KENDARI — Universitas Mandala Waluya (UMW) Kampus Utama berhasil menyelenggarakan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa (FOSOMA) 2026 yang meriah pada Sabtu, 15 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari penuh, mulai 13-15 April 2026, menampilkan ratusan mahasiswa dari 12 fakultas yang mempersembahkan pertunjukan seni tradisional, modern, serta kompetisi olahraga dengan standar profesional di lapangan olahraga dan gedung pertunjukan utama kampus di Kendari.
Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi mencapai 1.200 mahasiswa aktif dan ribuan penonton internal maupun eksternal yang memadati venue-venue pertandingan. FOSOMA 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa UMW untuk menampilkan potensi seni budaya lokal Sulawesi Tenggara sekaligus menguji kemampuan olahraga mereka di tingkat kampus.
Acara pembukaan hari pertama dimulai dengan upacara sederhana yang dipimpin oleh Rektor UMW disertai pelepasan balon udara berwarna merah putih sebagai simbolisasi semangat nasionalisme dan persatuan mahasiswa. Selanjutnya, pagelaran dimulai dengan pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara yang memukau ribuan penonton hadir di tribun utama stadion kampus.
“Kami sangat bangga melihat antusiasme luar biasa dari seluruh mahasiswa UMW. FOSOMA 2026 bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis untuk mengembangkan bakat, memperkuat karakter, dan membangun jiwa sportivitas di kalangan generasi muda,” ujar Dr. Prof. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., Rektor Universitas Mandala Waluya, saat memberikan sambutan pembukaan di depan massa penonton yang antusias pada Sabtu pagi, 15 April 2026.
### Berbagai Cabang Olahraga Dipertandingkan
Kompetisi olahraga dalam FOSOMA 2026 mencakup cabang-cabang populer yang diminati mahasiswa. Sepak bola putra dan putri menjadi cabang paling ditonton dengan pertandingan-pertandingan ketat antar fakultas. Fakultas Teknik berhasil meraih juara pertama sepak bola putra setelah mengalahkan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dalam pertandingan final yang berlangsung dramatis dengan skor 3-2.
“Tim kami berlatih selama dua bulan dengan intensitas tinggi. Kami fokus pada pergerakan taktis dan kepercayaan diri. Alhamdulillah usaha keras itu berbuah hasil,” ungkap Rizky Hermawan, kapten tim sepak bola putra Fakultas Teknik, sambil masih mengatur napasnya setelah pertandingan final.
Selain sepak bola, cabang bola voli menampilkan pertandingan seru antara tim putri Fakultas Pendidikan dan Pelatihan yang berhasil meraih medali emas. Turnamen bola basket, tenis meja, badminton, dan bulu tangkis juga memperlihatkan persaingan ketat dengan ratusan mahasiswa berpartisipasi aktif.
Dalam cabang olahraga atletik, UMW menghadirkan kompetisi lari 100 meter, 400 meter, 1600 meter estafet, serta lompat jauh dan lompat tinggi. Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan mendominasi kategori-kategori lari, menunjukkan efektivitas program pembinaan di bidang atletik profesional.
“Sejak awal semester, kami sudah merencanakan FOSOMA sebagai puncak dari berbagai kegiatan olahraga mahasiswa. Target kami adalah menciptakan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan,” jelas Drs. Hendra Wijaya, Direktur Badan Olahraga Mahasiswa (BOM) UMW, dalam wawancara eksklusif di kantor BOM, 14 April 2026.
### Panggung Seni Budaya yang Memukau
Tidak kalah meriah dari kompetisi olahraga, rangkaian acara seni budaya dalam FOSOMA 2026 menampilkan kekayaan tradisi lokal dan kreativitas seni kontemporer mahasiswa UMW. Gedung Pertunjukan Utama Kampus berhasil diisi penonton hingga kapasitas maksimal dengan penikmat seni dari berbagai kalangan.
Hari pertama festival diawali dengan konser musik tradisional yang menampilkan kelompok musik gamelan dari Fakultas Seni dan Desain. Instrumen-instrumen tradisional Jawa dimainkan dengan harmoni sempurna, membawa penonton dalam perjalanan nostalgia budaya timur yang mendalam.
“Kami memilih untuk menggabungkan gamelan tradisional dengan aransemen modern untuk menarik perhatian generasi muda. Hasilnya sangat memuaskan karena respons penonton sangat antusias,” tutur Rini Saputri, koordinator kelompok musik gamelan Fakultas Seni dan Desain, dengan bangga setelah pertunjukan berakhir.
Pada hari kedua festival, acara berlanjut dengan pertunjukan teater mahasiswa yang menghadirkan drama musikal bertajuk “Kehidupan Pesisir Sulawesi” yang mengangkat kisah-kisah nelayan lokal dengan dialog yang mengharukan dan musik iringan yang memukau. Pertunjukan teater ini berhasil menyita perhatian penonton dan mendapat standing ovation yang meriah.
Sementara itu, kompetisi tari tradisional menampilkan berbagai gaya tarian khas Sulawesi Tenggara, Jawa, Bali, dan tarian kontemporer modern dari mahasiswa pencinta seni di berbagai fakultas. Setiap pertunjukan menunjukkan tingkat kreativitas dan dedikasi tinggi dalam persiapan yang matang.
Puncak acara seni budaya FOSOMA 2026 adalah konser musik kontemporer yang menampilkan band-band mahasiswa dari berbagai komunitas musik kampus. Dari genre pop, rock, jazz, hingga musik indie, semua ditampilkan dengan antusias oleh musisi-musisi muda berbakat UMW. Panggung utama gemerlap dengan lighting profesional dan sound system berkualitas tinggi yang membuat pengalaman penonton semakin berkesan.
### Dampak Positif untuk Pengembangan Mahasiswa
Keberhasilan FOSOMA 2026 tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan universitas, dosen pembimbing, dan terutama partisipasi aktif mahasiswa itu sendiri. Acara selama tiga hari ini membawa dampak positif yang signifikan bagi pengembangan kepribadian dan potensi mahasiswa UMW.
“Melalui FOSOMA, mahasiswa kami belajar tentang tanggung jawab tim, disiplin, manajemen waktu, dan kepemimpinan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk mempersiapkan mereka menjadi lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja,” papar Prof. Dr. Siti Nurhaliza, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMW, dalam konferensi pers akhir festival pada Minggu, 15 April 2026.
Dampak lain yang terlihat adalah peningkatan kohesi sosial antar fakultas. Selama festival berlangsung, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu berkesempatan berinteraksi dalam suasana santai namun kompetitif yang sehat. Persahabatan baru terjalin dan solidaritas mahasiswa menjadi lebih kuat.
“Saya sudah bertemu dengan banyak mahasiswa dari fakultas lain. Kami jadi lebih kenal dan memahami perspektif berbeda dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Ini adalah manfaat tersembunyi dari FOSOMA yang sangat berharga,” ungkap Andi Pratama, mahasiswa semester 5 Fakultas Hukum, seraya tersenyum.
Dari sudut pandang psikologis, partisipasi dalam acara olahraga dan seni juga terbukti meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa. Kegiatan fisik dan ekspresi seni menjadi outlet yang sehat untuk mengatasi stres akademik dan tekanan sosial.
“Melalui kegiatan olahraga dan seni, mahasiswa bisa melampiaskan energi mereka dengan cara yang positif dan produktif. Ini adalah investasi kami untuk kesehatan mental dan emosional mahasiswa UMW,” jelas Dr. Anwar Saputro, Kepala Pusat Konseling dan Pengembangan Mahasiswa UMW.
### Apresiasi Terhadap Sponsor dan Penunjang
Kesuksesan FOSOMA 2026 juga berkat dukungan dari berbagai sponsor korporat dan mitra bisnis lokal di Kendari yang turut berkontribusi dalam menyediakan hadiah, peralatan olahraga, dan perlengkapan pertunjukan seni.
“Kami percaya bahwa investasi pada generasi muda adalah investasi terbaik untuk masa depan Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu, kami dengan senang hati menjadi sponsor utama FOSOMA 2026,” kata Rendra Suryanto, Direktur PT Maju Jaya Sejahtera, salah satu sponsor utama festival.
Tim panitia FOSOMA 2026 yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai fakultas juga layak mendapat apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mempersiapkan acara yang kompleks dan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
“Dari tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan, semua berjalan dengan koordinasi yang baik. Ini membuktikan bahwa mahasiswa UMW memiliki kapabilitas tinggi dalam organisasi dan manajemen acara berskala besar,” ungkap Intan Permata Sari, Ketua Panitia FOSOMA 2026, dengan penuh kebanggaan.
### Rencana Pengembangan Ke Depan
Kesuksesan FOSOMA 2026 membuka peluang untuk pengembangan acara serupa di masa depan dengan skala yang lebih besar dan jangkauan lebih luas. Rektorat UMW berencana menjadikan FOSOMA sebagai acara tahunan yang tetap dan makin profesional.
“Kami ingin FOSOMA 2027 bisa melibatkan mahasiswa dari universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara sehingga menjadi ajang bertukar budaya dan pengalaman yang lebih luas. Visi kami adalah membuat UMW sebagai pusat pengembangan bakat seni dan olahraga di kawasan Sulawesi Tenggara,” kata Rektor Bambang Sutrisno dalam wawancara penutup.
Selain itu, universitas juga berencana untuk meningkatkan fasilitas olahraga dan gedung seni di kampus utama Kendari dalam tiga tahun ke depan dengan anggaran yang telah disediakan dalam RKAT 2027.
### Kesimpulan
FOSOMA 2026 Universitas Mandala Waluya telah sukses membuktikan bahwa pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan seni budaya adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Dengan lebih dari 1.200 mahasiswa berpartisipasi aktif dan ribuan penonton yang hadir, festival ini telah menciptakan momentum positif untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kreativitas mahasiswa.
Semangat kebersamaan, sportivitas, dan apresiasi terhadap seni budaya lokal yang ditunjukkan selama tiga hari festival menjadi cerminan dari visi UMW untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bermoral, berkarakter, dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap warisan budaya Indonesia.
Ke depannya, diharapkan FOSOMA dapat terus berkembang menjadi ajang bergengsi di tingkat regional, sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa UMW untuk terus mengasah potensi dan mengabdikan kemampuan mereka bagi masyarakat dan bangsa.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan observasi dan wawancara eksklusif yang dilakukan selama penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga Mahasiswa (FOSOMA) 2026 Universitas Mandala Waluya Kampus Utama, Kendari, pada 13-15 April 2026.