Kendari – Universitas Mandala Waluya (UMW) Kampus Utama resmi membuka penyelenggaraan Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa Tahun 2026 pada hari ini, Senin (31 Maret 2026). Acara berskala besar ini menampilkan lebih dari 50 cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, modern, dan berbagai aktivitas budaya yang melibatkan seluruh civitas akademika institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara ini.
Pembukaan resmi dilaksanakan di Lapangan Olahraga Utama UMW Kampus Utama yang terletak di Jalan Pendidikan No. 45, Kendari, dimulai pukul 08.00 pagi dengan rangkaian acara protokol, penampilan tari tradisional Sulawesi Tenggara, dan demonstrasi olahraga spektakuler dari berbagai cabang. Kehadiran Rektor, dosen, mahasiswa, dan undangan khusus meramaikan pembukaan yang dipandu dengan profesional oleh MC dari Program Studi Broadcasting UMW.
Festival yang akan berlangsung selama dua minggu penuh ini merupakan sarana apresiasi terhadap bakat-bakat mahasiswa di bidang olahraga dan seni budaya. Setiap departemen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) dari berbagai fakultas berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan acara bergengsi ini.
Latar Belakang dan Tujuan Penyelenggaraan
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa merupakan kegiatan tahunan yang telah menjadi tradisi di Universitas Mandala Waluya sejak lebih dari sepuluh tahun lalu. Acara ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi mahasiswa mengekspresikan bakat, kreativitas, dan semangat olahraga mereka. Selain itu, festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara kepada mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut informasi dari Sekretariat Rektorat, panitia penyelenggara tahun ini terdiri dari lebih dari 150 mahasiswa yang berasal dari berbagai tingkat dan program studi. Mereka telah mempersiapkan segala aspek teknis dan logistik selama tiga bulan sebelumnya. Dedikasi mereka terlihat dari detail-detail pertunjukan pembukaan yang sempurna dan penyediaan fasilitas yang memadai di seluruh venue acara.
Cabang Olahraga dan Aktivitas yang Diselenggarakan
Dalam festival tahun ini, Panitia Penyelenggara telah menyiapkan berbagai cabang olahraga yang mencakup hampir semua disiplin ilmu olahraga modern dan tradisional. Cabang-cabang tersebut meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, bola basket, futsal, pencak silat, taekwondo, karate, renang, atletik lari, lompat, dan lempar, serta olahraga tradisional seperti kempo dan pencak silat gaya Sulawesi.
Khusus untuk kategori seni budaya, festival menampilkan pertunjukan tari-tarian tradisional Sulawesi Tenggara, paduan suara, band musik, teater, fashion show dengan batik tradisional dan modern, lomba menulis puisi, seni rupa, dan fotografi. Penambahan kategori ini tahun ini adalah kompetisi seni digital dan film dokumenter pendek yang menunjukkan minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi dan media kontemporer.
Setiap fakultas yang ada di UMW Kampus Utama, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum, mengirimkan perwakilan terbaik mereka untuk bersaing dalam berbagai kategori lomba.
Pernyataan Pejabat Kampus
Dalam acara pembukaan yang dipenuhi antusiasme tinggi, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Eng., memberikan sambutan yang menekankan pentingnya keseimbangan akademik dan pengembangan non-akademik.
“Festival Seni Budaya dan Olahraga ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Mandala Waluya terhadap pengembangan holistik mahasiswa kami. Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek intelektual, tetapi juga harus mengembangkan aspek fisik, mental, dan spiritual,” ujar Prof. Bambang Suryanto dalam kesempatan tersebut.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk membangun solidaritas antarfakultas dan antarprogram studi. “Saya berharap festival ini menjadi ajang untuk memperkuat ikatan keluarga besar UMW dan sekaligus menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mahasiswa kami memiliki potensi yang luar biasa di berbagai bidang,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siti Nurhaliza, M.Psi., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap persiapan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dan dosen pendamping selama berminggu-minggu.
“Persiapan festival tahun ini menunjukkan tingkat profesionalisme yang sangat baik. Saya melihat setiap detail direncanakan dengan matang, dari aspek keamanan, kesehatan, hingga hiburan. Ini mencerminkan karakter mahasiswa Mandala Waluya yang bertanggung jawab dan visioner,” kata Dr. Siti Nurhaliza dengan penuh apresiasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Festival, Diky Pratama Wijaya, seorang mahasiswa semester VIII dari Fakultas Teknik Prodi Teknik Elektro, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tim dalam mempersiapkan acara yang spektakuler ini.
“Kami telah bekerja dengan sungguh-sungguh selama tiga bulan untuk memastikan festival ini berjalan dengan sempurna. Setiap anggota panitia, dari koordinator cabang olahraga, panitia seni, hingga tim logistik, telah berkontribusi maksimal. Harapan kami, semua mahasiswa dapat menikmati festival ini dan menunjukkan potensi terbaik mereka,” ungkap Diky dengan antusiasme.
Rangkaian Acara dan Jadwal Pelaksanaan
Festival berlangsung selama 14 hari, dari 31 Maret hingga 13 April 2026, dengan berbagai rangkaian acara yang disusun secara strategis. Minggu pertama difokuskan pada kompetisi olahraga individu dan tim, sementara minggu kedua lebih menekankan pada pertunjukan seni dan puncak acara festival dengan pagelaran seni spektakuler.
Jadwal spesifik mencakup berbagai babak, mulai dari babak grup dan penyisihan hingga semi-final dan grand final untuk setiap cabang olahraga. Untuk kategori seni budaya, dilaksanakan pertunjukan showcase setiap malam hari dimulai pukul 18.00 hingga 21.00 di Auditorium Utama UMW Kampus Utama.
Sistem penilaian yang digunakan menggabungkan aspek teknis, artistik, dan sportivitas. Setiap cabang olahraga memiliki wasit dan juri bersertifikat, sementara untuk kategori seni, juri terdiri dari praktisi seni lokal dan dosen pembimbing akademik yang berpengalaman.
Dampak dan Harapan ke Depan
Keberadaan festival semacam ini memiliki dampak signifikan bagi pengembangan mahasiswa dan reputasi universitas. Dari sisi mahasiswa, festival ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar kelas, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan kerja sama tim, dan memperkuat networking dengan sesama mahasiswa dari berbagai program studi.
Dari sisi universitas, festival ini menjadi marketing tools yang efektif untuk menunjukkan kepada calon mahasiswa dan masyarakat luas bahwa Universitas Mandala Waluya adalah institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memperhatikan pengembangan karakter dan bakat mahasiswanya secara menyeluruh.
Kepala Divisi Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa, Dra. Eka Putri Sujanto, M.Pd., mengatakan bahwa festival ini juga memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal Sulawesi Tenggara.
“Melalui festival ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap terjaga dan dikembangkan oleh generasi muda. Banyak mahasiswa kami yang berasal dari luar Sulawesi, dan festival ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk membuat mereka menghargai dan mencintai budaya daerah mereka masing-masing serta juga budaya Sulawesi Tenggara,” jelas Dra. Eka Putri Sujanto.
Penutup
Festival Seni Budaya dan Olahraga Mahasiswa Universitas Mandala Waluya tahun 2026 hadir sebagai bukti nyata komitmen institusi terhadap pengembangan holistik mahasiswa. Dengan melibatkan seluruh civitas akademika dan menyediakan platform yang luas bagi mahasiswa untuk mengekspresikan bakat mereka, festival ini diharapkan menjadi ajang yang bermakna dan berkesan bagi semua pihak yang terlibat.
Antusiasme tinggi yang terlihat sejak hari pertama pembukaan menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya memiliki semangat yang luar biasa untuk berpartisipasi aktif. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan, festival ini diproyeksikan akan berjalan dengan sukses dan menciptakan kenangan indah bagi seluruh peserta.
Diharapkan, setelah festival berakhir pada 13 April mendatang, akan ada peningkatan yang signifikan dalam hal prestasi mahasiswa UMW di tingkat regional dan nasional. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Universitas Mandala Waluya sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka yang menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan bakat seni-budaya serta olahraga yang berkembang.
Festival berlanjut dengan berbagai agenda menarik yang akan dihadiri oleh komunitas kampus. Bagi yang ingin memantau perkembangan lebih lanjut, panitia telah menyediakan informasi lengkap melalui akun media sosial resmi Universitas Mandala Waluya dan website official institusi di www.umw.ac.id.